Pemkab Aceh Barat Daya Gelar Musyawarah Tanam Serentak
Ditulis oleh syafrul, pada Kamis, 05 Maret 2015

BLANGPIDIE-Musyawarah turun kesawah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya bersama Kodim 0110 setempat dengan Hob Keujrun, keujrun blang menyepakati program tanam serentak Musim Tanam Gadu (MT-1) dimulai pada awal Maret dengan kegiatan pembersihan tali air diseluruh saluran tersier.

Untuk tanam serentak musim tanam Gadu, Pemerintah Aceh Barat Daya sudah menyiapkan pengadaan benih mencapai 2.206 ton. Hand traktor mencapai 536 unit yang sudah diserahkan ke petani dan delapan traktor besar serta pupuhan mesin pompa untuk mengantisifasi daerah yang kekurangan air.

Rapat turun kesawah yang dihadiri Bupati Aceh Barat Daya Ir Jufri Hasanuddin, MM Kamis (26/2) digelar di aula Kodim 0110 Abdya merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan  pada akhir masa panen. Ini bertujuan untuk menentukan jadwal tanam berikutnya. Program tanam serentak tahun 2015 sekaligus meninjaklanjuti program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Selain bupati hadir juga Dandim 0110 Aceh Barat Daya Letkol Inf Suhartono, Kajari Blangpidie Umar.Z,SH, Asisten Pembangunan Drs Nafis.A, Kadis Pekerjaan Umum Rahdawi,ST, Kepala Badan Penyuluh Ruslan Adli, SP dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Maswadi, SP.

Musyawarah dengan para ratusan Hob Keujruen dan Keujrun Blang yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat Daya selain menyepakati jadwal tanam serentak, dalam forum itu juga membahas sejumlah persoalan yang selama ini dialami oleh para petani mulai dari kelangkaan pupuk, ongkos hand traktor mahal, saluran yang tersumbat hingga persoalan benih yang telat dibagi.
 
Jufri Hasanuddin dihadapan petani menjelaskan, kelangkaan pupuk bukan terjadi di Aceh Barat Daya saja tetapi diseluruh daerah Aceh dan Indonesia. Dan ini dilakukan oleh tengkulak (oknum-red) yang tidak bertanggung jawab, apalagi daerah tidak berwenang mengurus pupuk."Pupuk itu urusan provinsi," ujar Tgk Jufri.

Soal pengadaan bibit yang tidak sesuai dengan jadwal tanam, ini akan bisa teratasi setelah ada regulasi baru yang akan dijalankan oleh Presiden RI Joko Widodo yang menyebutkan bibit padi tidak harus ditender dan bisa langsung dilakukan pengadaan."Saat pertemuan dengan bupato/walikota di Bogor, Presiden menyebutkan pengadaan bibit padi tidak lagi harus ditender," terang Jufri yang mengaku masih menunggu aturannya turun.

Sementara soal ada daerah yang tidak teraliri air dengan baik, Jufri menegaskan, pemerintah Aceh Barat Daya  tahun 2015 akan menuntaskan pembangunan jaringan irigasi tersier dan kuarter tuntas 100 persen. "Anggaran sudah tersedia baik dari APBN, APBA, sehingga urusan saluran di dalam sawah tuntas 100 persen," akuinya.

Sedangkan urusan harga bajak tanah, Mantan Anggota DPR Aceh itu mengaku, tidak bisa mengatur tentang harga sehingga dirinya meminta agar pengelola hand traktor mengatur harga sesuai dengan harga BBM saat sekarang.

Meskipun demikian, Jufri berjanji dalam waktu dekat ini akan menertibkan hand traktor milik pemerintah yang sekarang berada ditangan kelompok tani."Yang perlu diingat hand traktor itu milik pemerintah bukan individu," tegasnya.

Ditambahkan, saat ini pemerintah daerah akan mengupaya pengelolaan hand traktor satu pintu apalagi pemerintah aceh sudah membantu gudang mesin alsintan di Tangan-Tangan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Barat Daya Maswadi, SP menyebutkan dari hasil rapat turun kesawah disepakati mulai Minggu 3 Februari hingga Minggu ke 2 Maret. Selanjutnya Kenduri Uleu Lhung mulai minggu  ke 3-4 Maret. Pengolahan tanah dimulai awal April hingga minggu ke 2 Mei. Setelah itu dilanjutkan semai benih pada minggu 1-2 Mei. Penanaman serentak akan dilakukan pada minggu 3 Mei hingga minggu 2 Juni.  Untuk masa perawatan dan pemupukan dilakukan mulai minggu 3 Juni sampai dengan minggu ke 2 Agustus. Panen raya akan dilakukan mulai minggu ke 3 Agustus hingga selesai.

Sebelumnya Dandim 0110 Aceh Barat Daya Suhartono menyebutkan, TNI bekerja sama dengan masayarakat akan menjalan program tanam serentak di Kabupaten Abdya. Hal ini dalam rangka untuk memsukseskan swasembada pangan nasional.



Category: Pertanian dan Peternakan

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32